Ini postingan pertama saya dan saya pikir akan lebih enak jika kita mengerjakan sesuatu diawali dengan sebuah renungan atau semacam introspeksi diri.
Kita mampu mengerjakan semua hal dengan baik termasuk beribadah kepada Allah Swt. Contohnya saja ketika keadaan hati kita sedang tentram kita bisa belajar Al-Qur'an dengan giat. Namun saat keadaan lain belum tentu kita bisa melakukan hal yang sama. Untuk itulah kita perlu membujuk diri agar membangkitkan energi untuk kembali bekerja meraih cita-cita hidup bersama Al-Qur'an.
"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku" (QS. Al-Fajar : 27-30)
Sahabat, jangan pernah lelah untuk terus membujuk diri agar terus bangkit. Tanyakanlah pada diri kita :
- Wahai diri tidakkahkamu malu kepada Allah Swt.? Mengaku cinta tapi tidak merasa senang jika berinteraksi dengan Kalam-Nya. Bukankah ketika manusia cinta dengan manusia lain, ia akan senang jika membaca surat-suratnya bahkan sampai berulang-ulang? Lantas mengapa begitu berat untuk hidup dengan wahyu-Nya? Akankah ada jaminan kamu akan mendapatkan pahala jika tidak beramal shalih? Dengan apa kamu akan mendapatkan pahala dari Allah Swt.? Infak cuma sedikit, jihad belum siap, kalau tidak dengan Al-Qur'an, dengan apa??
- Wahai jiwaku, siapa yang menjamin keamanan dirimu saat gentingnya suasana akhirat? Padahal Rasullulah saw menjamin bahwa Allah Swt akan memberikan keamanan bagi manusia yang rajin berinteraksidengan Al-Qur'an, mulai dari sakaratul maut hingga saat melewati shirat.
- Wahai jiwaku, tidakkah kamu malu kepada Allah Swt? dengan nikmat-Nya yang demikian banyak, yang diminta maupun tidak, tidakkah kamu bersyukur kepada-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an?
- Wahai jiwaku, sadarkah kamu ketika Allah Swt dan Rasul-Nya mengajakmu memperbanyak hidup bersama Al-Qur'an? untuk siapakahmanfaat amal tersebut? Apakah kamu mengira bahwa dengan membaca Al-Qur'an maka kemuliaan Allah dan Rasul-Nya akan bertambah? ataukah sebaliknya, jika kamu membaca Al-Qur'an, kemuliaan itu berkurang? Sekali-kali tidak. Semua yang kita baca dan lakukan, kitalah yang paling banyak mendapatkan manfaatnya.
- Wahai diri, tidakkah kamu merasa khawatir dengan dirimu sendiri?Selama ini hidup tanpa Al-Qur'an, jatah usia makin sedikit, tabungan amal shalih masih sedikit, jaminan masu surga tidak ada di tangan. Samapi saat ini belum mampu tilawah rutin satu juz per hari. jangan-jangan Al-Qur'anlah yang tidak mau bersama dirimu karena begitu kotornya dirimu sehingga Al-Qur'an selalu menjauh darimu.
- Wahai jiwa, tidakkah engkau tergiur untuk mengikuti kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatserta tabiin yang menjadi kenangan sejarah sepanjang zaman dalam berinteraksi dengan Al-Qur'an? Jika hari ini kamu masih enggan berinteraksi dengan Al-Qur'an apa yang akan dikenang oleh generasi yang akan datang tentang dirimu?
Perenungan di atas merupakan perenungan terhadap diri sendiri dalam urusan dunia dan akhirat, hal yang dianjurkan oleh Allah Swt gar hidup kita tidak berlalu begitu saja tanpa makna.
"....Demikian Allah menerangkan ayat-ayatnya kepadamu supaya kamu berfikir. Tentang dunia dan akhirat....." (QS. Al-Baqarah 219-220)
sumber : buku suplemen tutorial UPI